Spondylosis Lumbalis

Apaan tuh? Mungkin sebagian temen-temen pada bertanya.Sebelum saya jelaskan, saya ingin sedikit berbagi cerita. Saya pernah merasakan sakit pinggang yang cukup menyiksa gara-gara bantu mindahi ngangkat lemari. Pada saat menunduk mau ngangkat itulah, pinggang terasa sangat sakit (keseleo kali ya..)
Pulang kerumah langsung manggil tukang urut. Habis urut terasa enakan. Tapi beberapa hari berikutnya terasa sakit lagi, dan diurut lagi. Nah kejadian ini terus berulang sampai beberapa bulan. Selain itu (nggak tahu ada pengaruhnya nggak) saya pernah jatuh dengan posisi pinggang jatuh lebih dulu waktu tabrakan (kira2 thn 2000), tapi waktu itu langsung diurut juga.  Atau karena malah kebanyakan diurut ya?  hahaha... Karena nggak tahan lagi dengan rasa sakitnya, akhirnya coba periksa ke dokter dan dirontgen. Hasilnya? Ya itu tadi, Spondylosis Lumbalis.
Keluhan yang dirasakan saat itu adalah rasa nyeri yang luar biasa pada pinggang bawah menjalar hingga sepanjang kaki sampai telapak kaki, rasa tebal dan kesemutan tanpa henti serta kesulitan menggerakkan kaki. Saat bangun tidur atau bergerak nyeri itu semakin terasa. Jika berjalan, walaupun baru beberapa puluh langkah, rasanya berat dan lemas, ditambah kram. Betul-betul dah sakitnya.
Fisioterapi penyembuhan pun sudah saya jalankan tetapi perkembangannya sangat lambat menurut saya (karena saya sendiri males untuk terapi...hehehe). Ujung-ujungnya, saya harus mengenakan korset lumbal untuk membantu aktivitas sehari-hari. Sampai saat ini keluhan itu tetap sama saya rasakan, tetapi saya anggap anugerah saja. Buat saya, susah, senang, sehat, sakit, sedih, bahagia, itu adalah bagian dari perjalanan hidup. Enjoy saja...nikmati...sambil menanti kesembuhan total.
Kembali ke Spondylosis Lumbalis, saya ingin sedikit berbagi dengan teman-teman tentang penyakit ini, supaya teman-teman bisa mencegah dan jangan sampai terkena sakit ini. Namun karena saya tidak punya kompetensi untuk menjelaskan apa itu Spondylosis lumbal, maka saya cari-cari artikel dan nemu artikel ini di blog : Saatnya belajar MRI. Izin ya mas, saya copas artikelnya.
Berikut petikannya.
Semakin bertambah usia, tulang belakang khususnya pinggang mengalami proses degenerasi pada bantalan diskus yang diikuti gangguan stabilitas tulang pinggang, penebalan ligament, pengapuran tulang dan penebalan sendi facet yang menyebabkan penyempitan rongga sumsum saraf. Proses degenerasi ini terus tanpa disadari karena berlangsung perlahan dan membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga menimbulkan gejala-gejala nyeri yang sangat mengganggu sampai kelemahan di kaki.
 Keluhan meliputi :

  1. Nyeri pinggang bawah, akibat beberapa tulang pinggang mengalami gangguan stabilitas, nyeri saat bangun tidur atau nyeri saat bergerak.
  2. Nyeri menjalar sepanjang kaki hingga telapak kaki, rasa tebal dan kesemutan serta kesulitan menggerakkan kaki.
  3. Rasa berat dan lemas pada kaki saat berjalan agak jauh atau posisi duduk lama, merasa kram yang mencekram, kadang merasa dingin dan tumpul di kaki.
  4. Kelumpuhan kaki dan tidak mampu berjalan bila keadaan semakin berat, kadang disertai gangguan buang air kecil dan buang air besar.
Dengan pemeriksaan yang tepat dan dengan bantuan MRI 3 dimensi kemudian dianalisa di komputer untuk memastikan diagnosa dan memastikan perlu tidakkanyaoperasi, hal ini tergantung dari beberapa hal  
  • Seberapa berat keluhan yang dirasakan.
  • Jenis gejala dan keluhan.
  • Seberapa berat penjepitang sumsum saraf dari hasil foto MRI.
Tidak semua spondilosis lumbal dilakukan operasi, bila keluhan tidak berat dan tidak ditemukan kelainan yang membahayakan sumsum saraf maka dianjurkan untuk fisioterapi, obat anti inflamasi dan latihan yang baik.Bila penekanan berat pada sumsum saraf dengan kelemahan tungkai dan kaki atau kehilangan kontrol buang air kecil, gangguan seksual maka akan dilakukan operasi secapatnya untuk menghindari kerusakan dan kecacatan yang permanent.
Operasi MICROSURGERY dengan bantuan mikroskop khusus serta alat pemindai di kamar operasi akan memudahkan jalannya operasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi pasca operasi.
Oke teman-teman sekian dulu. Jaga kesehatan temen-temen semua.

0 komentar untuk posting ini.:

Post a Comment

Silahkan tuliskan komentar sobat dengan santun, tidak menyinggung pihak lain, tidak berupa link aktif sehingga dianggap spam.
Sobat tidak punya ID khusus untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, URL bisa dikosongkan atau diisi dengan alamat Facebook sobat.
Terimakasih sudah berkunjung.